Rasa Sayang, Suka dan Cinta
Katanya hidup itu akan terasa hampa
tanpa adanya rasa Sayang, Suka dan Cinta. Entahlah mengapa kebanyakan orang
berkata seperti itu. Ketika saya memikirkan lagi tentang ketiga rasa itu, saya
rasa ada benarnya juga bahwa hidup akan hampa tanpa adanya rasa sayang,suka dan
cinta. Bayangkan saja jika hidup kita tidak ada rasa ketiga itu. Bagaimana
mungkin kita ingin selalu bersama dengan keluarga, orang terdekat atau bersama
sahabat-sahabat kita tanpa ada rasa sayang, suka dan cinta. Itu semua didasari
akan adanya rasa sayang, suka dan cinta. Begitulah mengapa kita terus bertahan
dan berusaha keras hidup didunia yang keras ini melainkan karna kita mempunyai
rasa sayang, suka dan cinta. Jika tidak mempunyai ketiga rasa itu, mana mungkin
kita bisa bertahan dan berusaha keras untuk mempertahankan hidup yang monoton
seperti ini.
Kenapa saya mengatakan “yang saya
sukai” karena saya masih belum bisa
mengartikan kata sayang dan cinta seperti yang kebanyakan orang lain
lakukan. Pada dasarnya sekarang ini saya masih mencari tentang apa itu arti
saying dan cinta. Kedua kata ini sering saya dengar, dan mungkin tiap jam atau
bahkan tiap menit pasti ada orang yang mengatakan kata-kata ini didunia.
Terkadang saya bingung membedakan makna antara kata “saying” dan “cinta” apa
itu karna memang saya masih belum mengetahui makna dan hakikat dari kedua kata
itu? Sehingga saya kesulitan membedakannya.
Hmmm, memang sih dalam hidup kita tidak
bisa lepas dari kata saying dan cinta. Ada salah satu teman yang mengatakan
padaku bahwa makna cinta lebih mendalam dari kata sayang, tapi ada juga yang
berkata sebaliknya. Hal ini membuat saya semakin bingung! Sebenarnya apa itu
saying dan cinta?
Dari pengamatan yang saya lihat disekitar
saya, makna cinta dan sayang ini lebih ditujukan kepada lawan jenis. Sehingga
muncul banyak pertanyaan dibenak saya. Apakah cinta dan saying hanya untuk
lawan jenis? Apakah cinta dan saying mempunyai esensi yang seperti itu? Apa
ruang lingkup cinta dan saying hanya sesempit itu? Dan ini lah pertanyaan yang
paling besar dan membuat saya sangat amat penasaran yaitu seperti apa dan
bagaimana itu rasa saying dan cinta? Saya pernah menanyakan pertanyaan itu ke
teman saya, tapi teman saya mengatakan bahwa rasa saying dan cinta itu tidak bisa
dideskripsikan dengan kata-kata. Lalu saya harus ngomong apa coba? Yang saya
tanyakan kan bagaimana RASA sayang dan cinta itu? Nah, kalau dia mengatakan
tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata apa hal itu dapat memberikan saya
sebuah jawaban?!
Tapi entah kenapa saya bisa mengatakan
bahwa saya menyayangi dan mencintai keluarga saya. Dan tidak bisa mengatakan
hal itu pada orang lain yang bukan keluarga saya. Untuk mengatakannya pada
orang lain saya lebih suka mengatakan “aku menyukainya” bukan “aku menyayanginya” karna saya masih dalam
tahap mencari arti dan hakikat saying dan cinta yang sebenarnya. Mungkin orang
lain berpikiran bahwa kata suka itu terlalu murah atau tidak sebanding dengan
kata saying dan cinta. Tapi menurut saya suka itu punya tahapan. Yang pertama
yaitu Suka Ajah, yang kedua Suka Banget, yang ketiga yaitu tahapan yang paling
atas yaitu sangat amat SUKA sekali. Hehe
Ini semua tergantung perspektif orang
dalam berpikir mengenai rasa suka, sayang dan cinta. Bukankan beda kepala beda
pikiran? Jadi jangan salahkan saya jika saya memiliki pemikiran yang berbeda
dengan anda.


0 komentar: