Kamis, 10 Oktober 2013

0

Rasa Sayang, Suka dan Cinta


Katanya hidup itu akan terasa hampa tanpa adanya rasa Sayang, Suka dan Cinta. Entahlah mengapa kebanyakan orang berkata seperti itu. Ketika saya memikirkan lagi tentang ketiga rasa itu, saya rasa ada benarnya juga bahwa hidup akan hampa tanpa adanya rasa sayang,suka dan cinta. Bayangkan saja jika hidup kita tidak ada rasa ketiga itu. Bagaimana mungkin kita ingin selalu bersama dengan keluarga, orang terdekat atau bersama sahabat-sahabat kita tanpa ada rasa sayang, suka dan cinta. Itu semua didasari akan adanya rasa sayang, suka dan cinta. Begitulah mengapa kita terus bertahan dan berusaha keras hidup didunia yang keras ini melainkan karna kita mempunyai rasa sayang, suka dan cinta. Jika tidak mempunyai ketiga rasa itu, mana mungkin kita bisa bertahan dan berusaha keras untuk mempertahankan hidup yang monoton seperti ini.

Kenapa saya mengatakan “yang saya sukai” karena saya masih belum bisa  mengartikan kata sayang dan cinta seperti yang kebanyakan orang lain lakukan. Pada dasarnya sekarang ini saya masih mencari tentang apa itu arti saying dan cinta. Kedua kata ini sering saya dengar, dan mungkin tiap jam atau bahkan tiap menit pasti ada orang yang mengatakan kata-kata ini didunia. Terkadang saya bingung membedakan makna antara kata “saying” dan “cinta” apa itu karna memang saya masih belum mengetahui makna dan hakikat dari kedua kata itu? Sehingga saya kesulitan membedakannya.

Hmmm, memang sih dalam hidup kita tidak bisa lepas dari kata saying dan cinta. Ada salah satu teman yang mengatakan padaku bahwa makna cinta lebih mendalam dari kata sayang, tapi ada juga yang berkata sebaliknya. Hal ini membuat saya semakin bingung! Sebenarnya apa itu saying dan cinta?
Dari pengamatan yang saya lihat disekitar saya, makna cinta dan sayang ini lebih ditujukan kepada lawan jenis. Sehingga muncul banyak pertanyaan dibenak saya. Apakah cinta dan saying hanya untuk lawan jenis? Apakah cinta dan saying mempunyai esensi yang seperti itu? Apa ruang lingkup cinta dan saying hanya sesempit itu? Dan ini lah pertanyaan yang paling besar dan membuat saya sangat amat penasaran yaitu seperti apa dan bagaimana itu rasa saying dan cinta? Saya pernah menanyakan pertanyaan itu ke teman saya, tapi teman saya mengatakan bahwa rasa saying dan cinta itu tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Lalu saya harus ngomong apa coba? Yang saya tanyakan kan bagaimana RASA sayang dan cinta itu? Nah, kalau dia mengatakan tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata apa hal itu dapat memberikan saya sebuah jawaban?!
Tapi entah kenapa saya bisa mengatakan bahwa saya menyayangi dan mencintai keluarga saya. Dan tidak bisa mengatakan hal itu pada orang lain yang bukan keluarga saya. Untuk mengatakannya pada orang lain saya lebih suka mengatakan “aku menyukainya” bukan  “aku menyayanginya” karna saya masih dalam tahap mencari arti dan hakikat saying dan cinta yang sebenarnya. Mungkin orang lain berpikiran bahwa kata suka itu terlalu murah atau tidak sebanding dengan kata saying dan cinta. Tapi menurut saya suka itu punya tahapan. Yang pertama yaitu Suka Ajah, yang kedua Suka Banget, yang ketiga yaitu tahapan yang paling atas yaitu sangat amat SUKA sekali. Hehe
Ini semua tergantung perspektif orang dalam berpikir mengenai rasa suka, sayang dan cinta. Bukankan beda kepala beda pikiran? Jadi jangan salahkan saya jika saya memiliki pemikiran yang berbeda dengan anda.



0 komentar: